Bermain Sulap Angka 2

Bongkar Rahasia Ilusi Trik Sulap Mengubah Kertas Menjadi Uang ! Pesulap Bertopeng Indonesia ...Matematika selalu berhubungan dengan angka. Karena angka maka pekerjaannya adalah menghitung. Menghitung berarti menggunakan operasi hitung. Operasi hitung dasar yang kita kenal ada 4, yaitu perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan. Dengan 4 operasi hitung itu kita bisa memainkan angka sehingga menjadi sebuah permainan tebak-tebakan. Misalnya kita angka bermain dengan angka 2. Waktu kita belajar menulis angka, angka 2 selalu dikatakan sebagai binatang bebek. Karena bentuknya mirip bebek. Sebaliknya, kalau kita akan membuat bebek mulailah dengan angka 2. Jadilah melukis bebek dengan cepat. Jadi ingat Pak Tino Sidin di TVRI zaman dulu. Sekarang kita fokus ke angka 2. Kita akan bermain angka. Bermain berarti harus ada teman. Tidak sendirian. Kalau sendirian nanti tertawa sendiri, dipikir sendiri, dan heran sendiri. Suasana akan berbeda jika ada teman. Apalagi temannya banyak yang diajak bermain. Setelah nanti temannya penasaran maka permainan ini bisa ditularkan ke teman-temannya. Begitu seterusnya sehingga semua akan bisa bermain angka. 1. Pilih sembarang angka.

THIS IS A GREAT BUSINESS - Easily create a minimalist tableBoleh angka favoritnya. Boleh juga angka yang merupakan tanggal lahir, tahun lahir, atau bulan lahir. Bisa juga angka yang dianggap cantik. Angkanya boleh 1 digit, 2 digit, 3 digit, dan seterusnya. Angka yang dipilih ini dirahasiakan dan tidak boleh diganti dalam proses perjalanan permainan. Sudah memilih angka? Ok, lanjut langkah kedua. 2. Angka yang sudah dipilih, tolong ditambah dengan 11 ya. Jangan sampai salah menjumlahkannya. Kalau salah nanti hasilnya ya berbeda. Ini khan penjumlahan anak kecil, jadi ya harus benar. Hasilnya tidak usah diberitahukan. Hasilnya disimpan saja. Sabar ya. 3. Hasil penjumlahan dari proses nomor 2, tolong dikalikan dengan 5. Jangan sampai salah mengalikannya. Kalau salah nanti hasilnya ya berbeda. Ini khan perkalian anak kecil, jadi ya harus benar. Hasilnya tetap disimpan lagi. Tahannn. Pokoknya sabar ya. 4. Hasil nomor 3, kurangi dengan 25. Sudah dihitung? 5. Hasil nomor 4, bagilah dengan 5. Kita sudah menggunakan 4 operasi hitung. Penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Pasti prosesnya hampir selesai. Sekali lagi jangan salah hitung ya. 6. Hasil nomor 5, kurangi dengan angka yang dipilih. Jangan berubah ya angka yang sudah dipilih dari awal. Kalau berubah ya perhitungan jadi tidak tepat. 8. Selesai sudah permainan kita, berapa hasilnya? 9. Hasilnya adalahhhh 2. Benar tidak? Pasti!!! Jika tidak 2 pasti proses perhitungannya ada yang salah. Itulah permainan angka. Boleh dicoba dengan siswa kita. Bisa dipakai sebagai icebreaker. Dikala siswa sudah ngantuk dan letih maka perlu kita memberi motivasi pada siswa. Lha menebak angka seperti ini bisa disampaikan ke anak-anak. Anak-anak nanti akan bilang wowww pak/bu guru kerennn. Bisa sulap. Tipsnya biar siswa tidak salah menghitung, anak diminta memilih angka yang kecil dulu. Jika sudah beberapa kali permainan dapat dinaikkan tingkatannya. Sekaligus untuk mengukur daya hitung siswa. Selamat mencoba menjadi pesulap angkaaa.

In what Modern Pox, or Syphilis, Consists. 5 In the phagedenic chancre, the ulcer increases pe- ripherally or advances, eating right and left, almost in a zigzag. It penetrates into the connective tissue, which it destroys, and under the skin, which it perforates at various points. Sometimes one of the extremities cica- trizes as the chancre pursues its destructive march. Its invading and serpiginous course is rarely regular, and the disturbances are difficult to repair. They may even bring on death. I saw a case of this nature at Lourcine, when I was interne at that hospital, in 1881. Case I. (Personal).-A poor girl of 23, in the salle Fracastor (formerly St. At the time I saw the patient, the chancre formed a very regular circle 10 centimetres in diameter, without exaggeration; the skin and con- nective tissue were absolutely destroyed, as well as the 6heath of the muscles, which latter appeared naked, admirably dissected. One would have said that the coverings had been removed with a punch, and that a part of the skin had been cut out with scissors and Scarpa’s triangle1 prepared for demonstration.

The unfortunate died of ex- haustion about eight months after the first appearance of the chancre. It is the only death from a venereal disease that I had an opportunity of witnessing during my stay at Lourcine, and yet I observed many patients in that hospital; it would be difficult to tell the exact number within a few hundreds. So, one can die of a non-infecting chancre, for this woman was not syphilitic; but it must be admitted that this is rare, especially nowadays. A last point to note, and I will have done with this parallel. 3c5i’, groin), or “kernel” which is always painful, and often suppurates. With the primary lesion of 1 Scarpa’s Triangle: An anatomical region which is dissected pre- paratory to examinations. 6 Syphilis To-day and Among the Ancients. This ganglion, which is sometimes as large as a walnut, is known, in hospital slang, under the name of prefet of the groin. This ganglionic pleiad, very hard to the touch, is absolutely indolent and never sup- purates.